![]() |
| Foto: Suasana audiensi antara Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng dan Aliansi P3K. (Media Disdik) |
Palangka Raya, Persadakalteng.com — Komitmen terhadap transparansi dan pemerataan pendidikan menjadi fokus utama dalam audiensi antara Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, di Aula Pintar Dinas Pendidikan Kalteng, Senin (7/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung terbuka dan konstruktif tersebut membahas sejumlah program strategis di sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Program 1.000 Rumah Guru Berkah DP 0 persen, bantuan seragam sekolah gratis, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pramubakti.
Koordinator Aliansi P3K, Joseph F.J.W, mengatakan audiensi dilakukan sebagai ruang dialog untuk memastikan berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah dapat berjalan transparan, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat hingga wilayah pedalaman serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menanggapi berbagai pertanyaan yang disampaikan, Muhammad Reza Prabowo menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi sekolah dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Setiap usulan sekolah diverifikasi melalui aplikasi PENA Kalteng dan disandingkan dengan data Dapodik sehingga kondisi bangunan dapat dipantau secara digital.
“Revitalisasi tidak dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan usulan yang diverifikasi. Semua sekolah dapat dipantau secara digital sehingga kondisi bangunan benar-benar terlihat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 72 sekolah di Kalimantan Tengah telah mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat, sementara pembangunan melalui anggaran daerah tetap dilaksanakan sesuai kemampuan fiskal pemerintah provinsi.
Selain revitalisasi sekolah, perhatian juga tertuju pada Program 1.000 Rumah Guru Berkah yang bertujuan membantu tenaga pendidik memiliki hunian layak. Reza menegaskan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bank Kalteng.
Melalui program tersebut, guru yang memenuhi persyaratan memperoleh subsidi uang muka sebesar Rp10 juta serta masa tenggang pembayaran cicilan selama tiga bulan setelah akad kredit.
“Program ini lahir karena kami menemukan masih ada guru yang belum memiliki rumah layak. Kami ingin mempermudah akses kepemilikan rumah melalui skema yang lebih ringan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Reza juga menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan seragam sekolah gratis yang diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Pendataan penerima dilakukan dengan melibatkan pihak sekolah, pemerintah desa, serta tokoh adat setempat guna memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar berhak.
Menurutnya, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi penerima sehingga alokasi bantuan dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.
Sementara terkait tenaga pramubakti dan tenaga administrasi, Dinas Pendidikan Kalteng terus mendorong peningkatan kesejahteraan sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan di daerah.
“Guru-guru kita, pramubakti, tenaga administrasi, termasuk guru yang belum lulus PPPK atau belum masuk guru kontrak, menjadi fokus utama kami. Salah satunya dengan mengupayakan peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkap Reza.
Menutup audiensi, ia menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Aliansi P3K dan menegaskan bahwa pengawasan publik merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi modal penting untuk memperkuat transparansi, pemerataan pembangunan pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan hingga ke wilayah pedalaman dan daerah 3T. (red)
