Akurasi Data Sekolah Jadi Penentu Revitalisasi SMK di Kalteng

Foto: Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menyampaikan arahan di acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Tahun 2026. (Media Disdik) 


Palangka Raya, Persadakalteng.com — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, meminta seluruh SMK memperkuat ketelitian dalam penyusunan dan pemutakhiran data sebagai bagian dari persiapan program revitalisasi sekolah tahun 2026.

Menurut Reza, data sekolah bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan arah dukungan pembangunan pendidikan kejuruan. Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, setiap data yang diajukan sekolah harus menggambarkan kondisi sebenarnya, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana hingga rencana pengembangan sekolah. Data tersebut nantinya menjadi bahan dalam proses penilaian dan perencanaan program revitalisasi.

Reza juga meminta kepala sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai standar teknis pemutakhiran data. Keseragaman pemahaman dinilai penting untuk mencegah kesalahan administrasi maupun perbedaan interpretasi dalam proses pengusulan.

“Seluruh proses penilaian berawal dari data yang dikirimkan sekolah, sehingga data harus objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain memperhatikan kondisi aktual, Reza menekankan pentingnya keterkaitan antara data yang disampaikan dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Menurutnya, pengembangan SMK harus dirancang berdasarkan kebutuhan jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini.

Kepala sekolah juga diharapkan mampu melihat perkembangan wilayah serta perubahan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, arah pengembangan sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun dunia usaha dan dunia industri.

Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Pendidikan membuka ruang konsultasi dan pendampingan melalui kegiatan sosialisasi. Para peserta dapat menyampaikan berbagai kendala teknis kepada narasumber sekaligus memastikan data yang disusun telah sesuai dengan ketentuan.

Reza berharap pendampingan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh sekolah sehingga proses pengusulan program revitalisasi berjalan lebih tertib dan memiliki perencanaan yang lebih baik.

Ia juga mendorong agar akurasi data menjadi bagian dari budaya kerja dalam pengelolaan pendidikan. Dengan perencanaan yang disusun berdasarkan data yang benar, dukungan pembangunan diharapkan dapat diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau data kita benar dan perencanaannya baik, dukungan pembangunan akan lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kalimantan Tengah,” pungkas Reza. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama