![]() | |
| Foto: Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Provinsi Kalteng. (Media Disdik) |
Palangka Raya, Persadakalteng.com — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya validitas data sekolah sebagai dasar dalam pelaksanaan program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah setempat.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat membuka Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026).
Menurut Reza, pendidikan kejuruan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, berkarakter, serta mampu bersaing sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia menyebut revitalisasi SMK tidak hanya berkaitan dengan pembangunan atau peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan ekosistem pembelajaran di sekolah kejuruan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui konsep link and match.
Karena itu, pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan revitalisasi. Data yang disampaikan setiap sekolah harus menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga perencanaan program dapat dilakukan secara tepat dan terukur.
Reza meminta kepala sekolah dan operator SMK memperhatikan kesesuaian data yang diunggah dengan kondisi riil sekolah, Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), serta kebijakan pemerintah.
“Data yang valid menjadi dasar penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan revitalisasi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan vokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tutang melaporkan kegiatan tersebut diikuti 114 peserta dari 73 SMK melalui pelaksanaan secara luring dan daring.
Materi yang diberikan mencakup panduan pemutakhiran data revitalisasi SMK, pemutakhiran data prasarana, serta pendampingan dan verifikasi data. Narasumber berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Direktorat SMK.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan kesempatan memperoleh pendampingan untuk memastikan proses penginputan dan penyampaian data sesuai ketentuan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan administratif serta memperlancar proses verifikasi di tingkat provinsi dan pusat.
Reza juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dan batas waktu yang telah ditetapkan agar proses pemutakhiran data dapat berjalan tertib dan mendukung pelaksanaan revitalisasi SMK secara efektif. (red)
