2.082 Lulusan SMK Pertanian di Kalteng Berpotensi Jadi Taruna Tani

Foto: Suasana apat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian tingkat Provinsi Kalteng 2026. (Media Disdik) 


Palangka Raya, Persadakalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong lulusan SMK bidang pertanian untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sektor pertanian modern. Potensi tersebut terlihat dari ribuan lulusan SMK yang telah memiliki kompetensi di bidang pertanian dan turunannya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan terdapat 2.082 lulusan dari 71 SMK di Kalteng yang memiliki kompetensi pertanian, agribisnis tanaman, perkebunan, dan hortikultura. Data tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma 1 (D1) Bidang Pertanian.

Hal tersebut disampaikan Reza dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, lulusan SMK dengan latar belakang pertanian memiliki peluang besar untuk melanjutkan pengembangan kompetensinya melalui program pendidikan vokasi tersebut. Mereka diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri sebagai tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dan penggerak pertanian modern.

“Kita sudah memetakan potensi lulusan SMK. Ada 2.082 lulusan dari 71 SMK yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Ini potensi besar yang harus kita dorong,” ujar Reza.

Reza mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah memastikan informasi mengenai program tersebut dapat menjangkau masyarakat secara luas. Menurutnya, masih banyak generasi muda yang belum mengetahui adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan vokasi sekaligus membangun masa depan di sektor pertanian.

Karena itu, sosialisasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan minat calon peserta. Informasi mengenai pola pendidikan, fasilitas, sertifikasi kompetensi hingga peluang setelah lulus perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat.

“Anak-anak kita harus tahu bahwa ada kesempatan pendidikan selama satu tahun, fasilitas yang disiapkan, sekaligus peluang untuk memiliki kompetensi dan masa depan di sektor pertanian,” jelasnya.

Reza menambahkan, proses pendaftaran calon peserta telah disiapkan secara digital melalui formulir daring sehingga dapat diakses masyarakat dari berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal selama peserta menjalani pendidikan.

Ia berharap keberadaan program tersebut dapat mengubah pandangan generasi muda terhadap profesi di sektor pertanian. Pertanian, menurutnya, kini berkembang dengan dukungan teknologi, mekanisasi dan digitalisasi sehingga menawarkan peluang yang lebih luas.

“Kita ingin mencetak Taruna Tani yang terampil, mandiri dan berdaya saing. Pertanian hari ini bukan lagi sekadar mencangkul atau bekerja secara konvensional,” tegas Reza.

Menurutnya, keterlibatan lulusan SMK menjadi penting untuk memperkuat kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertanian. Dengan pembekalan pendidikan vokasi, para peserta diharapkan memiliki kemampuan yang dapat diterapkan langsung untuk mendukung pertanian modern di Kalimantan Tengah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama