Pendidikan Vokasi D1 Pertanian Disiapkan Cetak Generasi Muda Penggerak Ketahanan Pangan di Kalteng

Foto: Suasana rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian tingkat Provinsi Kalteng 2026. (Media Disdik) 


Palangka Raya, Persadakalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat pelaksanaan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma 1 (D1) Bidang Pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung ketahanan pangan. Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian RI dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangkaraya (AKMP).

Pembahasan program dilakukan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian, Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi bagian dari implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera sekaligus diarahkan untuk mendukung pengelolaan lahan cetak sawah seluas 26.437 hektare dan pengembangan brigade pangan yang melibatkan petani milenial.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengatakan program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemberian akses pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Pada gelombang pertama, sebanyak 178 calon Taruna Tani Huma Betang disiapkan untuk mengikuti pendidikan. Prioritas diberikan kepada keluarga penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Para peserta akan menjalani pendidikan selama satu tahun di Kampus AKMP Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan pola pembelajaran yang memadukan teori dan praktik lapangan.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian mendukung penyelenggaraan pendidikan vokasi yang dirancang untuk menghasilkan tenaga pertanian dengan keterampilan sesuai perkembangan teknologi.

Kurikulum pendidikan menggunakan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi pertanian modern, termasuk pengoperasian drone, traktor dan combine harvester, serta pengelolaan agribisnis.

Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dan sertifikasi kompetensi yang dapat dikembangkan sesuai jenjang keahlian.

Sementara itu, sambutan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran yang dibacakan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menyebut program tersebut sebagai salah satu langkah untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia lokal yang tertarik mengembangkan sektor pertanian.

Generasi muda Kalteng, khususnya lulusan SMA dan SMK, diharapkan tidak hanya memandang sektor perkebunan dan pertambangan sebagai pilihan pekerjaan. Pertanian modern dinilai juga memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan teknologi dan kemampuan yang memadai.

Pemerintah kabupaten dan kota pun diharapkan ikut mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti pendidikan vokasi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pihaknya telah memetakan potensi lulusan SMK yang dapat mengikuti program tersebut. Berdasarkan pemetaan, terdapat 2.082 lulusan dari 71 SMK yang memiliki kompetensi pertanian, agribisnis tanaman, perkebunan, dan hortikultura.

“Kita sudah memetakan potensi lulusan SMK. Ada 2.082 lulusan dari 71 SMK yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Ini potensi besar yang harus kita dorong,” ujar Reza.

Menurut Reza, tantangan berikutnya adalah memperluas sosialisasi agar informasi program dapat diketahui masyarakat, khususnya calon peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Proses pendaftaran telah disiapkan secara digital melalui formulir daring. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal bagi peserta selama mengikuti pendidikan.

“Tantangan kita sekarang bukan lagi hanya soal teknis pendidikan, tetapi bagaimana informasi mengenai program ini bisa sampai kepada masyarakat,” jelasnya.

Reza menilai peningkatan minat generasi muda sangat bergantung pada pemahaman mereka terhadap manfaat program. Selain memperoleh pendidikan selama satu tahun, peserta juga mendapatkan keterampilan, pengalaman praktik, serta sertifikasi yang dapat mendukung pengembangan karier maupun usaha di sektor pertanian.

“Kita ingin mencetak Taruna Tani yang terampil, mandiri dan berdaya saing. Pertanian hari ini bukan lagi sekadar mencangkul atau bekerja secara konvensional,” tegas Reza.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi serta pemerintah kabupaten dan kota, program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan pertanian modern. Lulusan program juga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama