Pendataan Berlapis Diterapkan untuk Pastikan Bantuan Seragam Gratis di Kalteng Tepat Sasaran

Foto: Suasana audiensi antara Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng dan Aliansi P3K. (Media Disdik) 

Palangka Raya, Persadakalteng.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerapkan mekanisme pendataan berlapis dalam pelaksanaan program seragam sekolah gratis guna memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat audiensi bersama Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) di Aula Pintar Disdik Kalteng, Senin (7/7/2026).

Menurut Reza, program seragam gratis tetap dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan. Namun, pelaksanaannya disesuaikan agar lebih fokus membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

“Berkaitan dengan seragam gratis, tahun ini Bapak Gubernur kembali menggratiskan seragam untuk siswa-siswi baru. Namun bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu agar manfaatnya lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa baru dari keluarga kurang mampu menerima bantuan berupa seragam putih abu-abu, batik, pramuka, olahraga, serta satu pasang sepatu. Sementara bagi siswa dari keluarga mampu, bantuan yang diberikan berupa seragam batik dan olahraga.

Kebijakan tersebut dilakukan agar alokasi bantuan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik yang membutuhkan, termasuk siswa kelas XI dan XII yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Menurut Reza, sebagian perlengkapan yang tidak dialokasikan kepada siswa baru dari keluarga mampu akan dialihkan kepada siswa pada jenjang kelas lainnya yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

Untuk menjamin ketepatan sasaran, proses pendataan penerima dilakukan melalui verifikasi yang melibatkan berbagai pihak. Selain sekolah, pendataan juga melibatkan pemerintah desa serta tokoh adat setempat.

“Pendataan dilakukan secara ketat dengan melibatkan kepala sekolah, kepala desa, damang, dan mantir adat agar bantuan benar-benar diterima siswa yang berhak,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan secara adil dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus mendukung peningkatan akses pendidikan yang merata bagi seluruh pelajar di berbagai wilayah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama