Kunjungan Wamen Dikdasmen RI ke Pulang Pisau Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pusat dan Daerah


Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, saat diwawancarai oleh sejumlah awak media. (Istimewa) 


Pulang Pisau, Persadakalteng.com — Diskusi pendidikan bertajuk “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi ruang penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Sabtu (2/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pelaksanaan Hardiknas di daerah merupakan bentuk komitmen pemerataan transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.
“Pelaksanaan Hardiknas di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah seperti Pulang Pisau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai kebijakan pemerintah dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di daerah, termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami memiliki kebijakan pembagian TV interaktif digital dan alhamdulillah di Pulang Pisau sudah tersedia serta dirasakan manfaatnya,” katanya.
Selain itu, program revitalisasi sekolah terus diperluas, terutama untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tahun lalu Pulang Pisau mendapatkan 16 sekolah yang direvitalisasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa bertambah,” ujarnya.
Fajar menekankan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada kesenjangan kualitas pendidikan.
“Kehadiran kami di sini adalah simbol bahwa pemerintah pusat benar-benar mendengar dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk tetap memprioritaskan sektor pendidikan melalui dukungan anggaran.
“Kalau ada komitmen, kita bisa saling berbagi. Yang penting pendidikan tetap menjadi prioritas,” katanya.

Selain sarana fisik, ia menilai kualitas proses pembelajaran dan lingkungan belajar yang aman menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi siswa.
“Kalau lingkungan belajar aman dan nyaman, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyebutkan bahwa digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah menjadi fokus utama di daerah.
“Kita terus menggalakkan dua fokus utama, yaitu digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan sistem pembelajaran hybrid serta pengembangan modul interaktif terus didorong untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kita siapkan modul pembelajaran yang lebih interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami materi,” ujarnya. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama