Disdik Kalteng Tindaklanjuti Keluhan Seorang Pelajar Terkait Data KIP

Foto: Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo berbicara dengan Siswa SMAN 2 Kuala Kapuas kelas XII-C, Sylvia Agustina Pratiwi. (Istimewa) 


Kuala Kapuas, Persadakalteng.com — Permasalahan akurasi data kesejahteraan kembali menjadi sorotan dalam penyaluran bantuan pendidikan KIP Kuliah. Hal ini terungkap saat kunjungan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah ke SMAN 2 Kuala Kapuas, Senin (30/3/2026). 

Salah satu siswi kelas XII-C, Sylvia Agustina Pratiwi, menyampaikan langsung kondisi keluarganya yang belum masuk kategori penerima prioritas, meski secara ekonomi tergolong sederhana. Ia mengatakan orang tuanya bekerja sebagai penjual jamu dan berharap dapat memperoleh bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya dari keluarga sederhana, orang tua berjualan jamu. Saya sudah mencoba mengurus dari awal kelas XII, tapi masih masuk desil 6 sampai 10. Padahal kondisi kami sebenarnya berharap bisa masuk desil 1 sampai 5,” ujarnya.

Sylvia menjelaskan bahwa pengajuan telah dilakukan sejak awal melalui pihak kecamatan. Namun, hasil pendataan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil keluarganya sehingga peluang mendapatkan KIP Kuliah menjadi kecil.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan akan mendorong perbaikan data agar bantuan pendidikan dapat tepat sasaran.

“Supaya nanti saat kuliah bisa mendapatkan keringanan melalui KIP Kuliah, kita dorong agar bisa masuk desil 1 sampai 5. Adik ini merupakan salah satu potret dari banyak siswa lain yang mungkin memiliki kondisi serupa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa klasifikasi desil menjadi faktor penting dalam penentuan penerima bantuan. Oleh karena itu, koordinasi dengan Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial akan dilakukan guna memastikan validitas data kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data terpadu sehingga kebijakan bantuan pendidikan dapat berjalan lebih adil dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (red) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama