![]() |
| Foto: Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo. |
Palangka Raya, Persadakalteng.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) terus mendorong transformasi digital sebagai solusi atas keterbatasan tenaga pengajar, khususnya di wilayah pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, di sela-sela acara ramah tamah sekaligus halal bihalal keluarga besar Disdik Kalteng di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan bahwa saat ini jumlah siswa di bawah naungan Disdik Kalteng mencapai lebih dari 99 ribu orang dengan jumlah guru sekitar 10 ribu.
Namun demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 1.500 guru yang tersebar di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Sebagai langkah konkret, Disdik Kalteng menerapkan konsep pembelajaran 70 persen digital dan 30 persen konvensional melalui pemanfaatan papan tulis digital dan televisi interaktif.
“Guru di perkotaan bisa mengajar siswa di pelosok melalui papan tulis interaktif. Ini solusi konkret atas keterbatasan guru,” kata Reza.
Sejak 2024, Disdik Kalteng telah mendistribusikan sekitar 1.000 unit papan tulis digital, kemudian meningkat menjadi lebih dari 3.000 unit pada 2025. Perangkat tersebut dilengkapi dengan panel surya dan layanan internet berbasis satelit.
Program ini dinilai mampu mempercepat pemerataan akses pembelajaran berkualitas, bahkan disebut lebih cepat dibandingkan program serupa dari pemerintah pusat.
Selain digitalisasi, Disdik Kalteng juga memperluas program kelas bahasa asing. Tidak hanya Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, dan Prancis, kini ditambah Bahasa Mandarin, Korea, dan Portugis.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing siswa Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun global. (red)
